Selasa, 28 April 2009

28 April




Rasul Yason, satu dari Tujuh Puluh dan mereka yang bersama-sama dengan dia (Martir Kerkira, Janasuci Murinus).

Rasul Yason berasal dari Tarsus (Asia Kecil). Dia adalah orang Kristen pertama di kota itu. Rasul Sosipater berasal dari Patra, Akhaya. Dia di duga adalah Sosipater yang sama yang disebut dalam Kisah 20:4. Mereka sama-sama menjadi murid Js. Paulus, yang bahkan memanggil mereka saudaranya (Roma 16:21). Js. Yohanes Krisostomos (Homili 32 mengenai Surat Roma) mengatakan bahwa ia adalah orang yang sama yang disebutkan dalam Kisah 7:5-9. Js. Yason diangkat menjadi Episkop di kota kelahirannya Tarsus dan Js. Sosipater di Ikonium. Mereka mengarungi wilayah barat memeberitakan Injil dan pada tahun 63 mereka mencapai pulau Kerkira [Korfu] di laut Ionia dekat Yunani.

Mereka membangun gereja menurut nama Protomartir Stefanus di sana dan membaptiskan banyak orang. Sang Gubernur pulau tersebut mengetahuinya dan memasukkan mereka ke dalam penjara, dan disana mereka bertemu dengan tujuh pencuri: Saturninus, Iakischolus, Faustianus, Yanuarius, Marsalius, Euphrasius and Mammius. Para rasul itu mempertobatkan mereka kepada Kristus, ketujuh napi itu wafat sebagai martir dalam kuali tar meleleh, malam dan belerang.

Sang sipir penjara, setelah menyaksikan kemartiran mereka, menyatakan dirinya sebagai Kristen. Karena itu mereka memotong tangan kirinya, lalu kedua kakinya hingga akhirnya kepalanya. Sang gubernur memerintahkan agar Rasul Yason dan Sosipater dicambuki dan dimasukkan lagi ke dalam penjara.

Ketika sang putri gubernur Kerkira (Korfu), sang jelita Kerkira, menyadari bagaimana orang-orang Kristen menderita bagi Kristus, dia menyatakan dirinya sebagai seorang Kristen dan memberi segala perhiasannya kepada orang-orang miskin. Sang gubernur yang geram hendak membujuk putrinya untuk menyangkal Kristus, namun Js. Kerkira tetap teguh baik terhadap rayuan maupun ancaman. Lalu ayah yang murka itu mencanangkan hukuman bengis untuk putrinya: dia memerintahkan agar dia di lemparkan ke penjara sel bersama-sama sang rampok dan pembunuh Murinus, sehingga ia dapat mencemari kesucian mempelai Kristus.

Namun ketika sang rampok mendekati pintu penjara, seekor beruang menyerangnya. Js. Kerkira mendengarkan keributan itu dan mengusir beruang itu dalam nama Kristus. Lalu melalui doanya , dia menyembuhkan luka-luka Murinus. Lalu Js. Kerkira meneranginya dengan iman kepada Kristus dan Js. Murinus menyatakan dirinya sebagai seorang Kristen dan diganjar.

Sang gubernur memerintahkan untuk membakar penjara itu, namun perawan kudus itu tetap hidup. Lalu atas perintah murka ayahnya, dia digantung pada sebuah pohon, dipanggang dengan asap yang pedih dan dipanah. Setelah kematiannya, gubernur memutuskan untuk mengeksekusi semua orang Kristen di pulau Kerkira. Martir Zeno,Eusebius, Neon dan Vitalis, setelah diterangi oleh Js. Yason dan Sosipater dibakar hidup-hidup.

Para penduduk Kerkira, melarikan diri dari penganiayaan, menyeberang ke pulau tetangga. Gubernur mengutus sepasukan tentara namun mereka ditenggelamkan oleh ombak. Lantas gubernur mememerintahkan agar Rasul Yason dan Sosipater dilemparkan ke kuali ter mendidih. Ketika menyaksikan bahwa mereka tidak terluka, dia berseru dengan linangan air mata, "Ya Allah Yason dan Sosipater, kasihanilah aku!"

Setelah dibebaskan, Sang Rasul membaptiskan gubernur dan memberi nama Sebastian. Melalui pertolongannya, rasul Yason dan Sosipater membangun beberapa gereja di pulau itu, dan menambah jumlah jemaat dengan pemberitaan mereka yang tekun. Mereka hidup hingga lanjut usia.

Martir Dada di Dorostolum

The Martir Dada, Maximus and Quintilian menderita dibawah Kaisar Diokletian (2854-305), yang menerbitkan keputusan menuntut semua orang untuk mempersembahkan korban kepada berhala selama festival rakyat, dan membunuh orang Kristen.

Tarkhuinus dan Garbinius, para wakil Kaisar di Dorostolum mengadakan pesta yang meriah yang dihadiri tidak hanay oleh penduduk kota, tetapi juga orang-orang dari perkampungan sekitarnya.

Seusai festival, sesorang melapor kepada Kaisar bahwa tiga bersaudara Dada, Maximus dan Quintilian tidak mematuhi perintah kerajaan dan melarikan diri ke hutan Ozovia. Para tentara diutus untuk mencari mereka yang mendapati ketiga saudara sedang berdoa dan membawa mereka ke dalam pencobaan.

Sang gubernur menginterogasi sang kakak-adik, yang mengakui bahwa mereka orang Kristen. Trankhuinius merayu untuk menjadikan Js. Maximus imam pagan bagi dewa Zeus, namun ia menentang Zeus dan mengaku pada Allah yang benar.
Tranqhuinius mencoba untuk berdalil dengan Js. Dada dan Quintilian. Mereka berkata bahwa saudara mereka itu sangat tepat dalam Kitab Suci dan mereka akan mengikuti jejaknya kemanapun dia pergi. Mereka melemparkan kakak-beradik itu ke dalam penjara namun mereka hanya memikirkan akan keselamatan jiwa mereka. Pada tengah malam keteka para jana suci itu terlelap, setan menampakkan diri kepada mereka. Ketika para Martir itu bangun, mereka melihat seorang malaikat yang berkata, "Jangan takut, karena Allah pengharapanmu membawamu kepada-Nya. Dia tidak jauh dari engkau dan akan menopangmu."

Pada pagi harinya, Trankhuinius menyatakan kepada kakak-beradik itu bahwa dewa-dewa telah menyatakan kehendak kepadanya di dalam mimpi: mereka akan dibunuh jika mereka tidak mempersembahkan korban. Para martir menjawab bahwa Allah memerintahkan mereka untuk menahan penganiayaan itu demi nama-Nya.

Penganiayaan dan interogasi berlanjut selama beberapa hari dari pagi hingga petang. Akhirnya mereka menjatuhkan hukuman mati kepada para martir, membawa mereka ke hutan dan memenggal mereka dengan sebilah pedang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar