Jumat, 01 Mei 2009

01 Mei


Nabi Yeremia


Nabi Kudus Yeremia, satu dari empat nabi besar Perjanjian Lama, adalah anak dari imam Hilkia dari kota Anatot dekat Yerusalem, dan ia hidup 600 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus, dibawah pemerintahan raja Israel Yosia dan empat penggantinya. Dia dipanggil untuk pelayanan kenabian pada usia 15 tahun, ketika Allah menyatakan kepadanya bahkan sebelum kelahirannya Tuhan sudah memilihnya menjadi nabi. Yeremia menolak, berdalil akan kemudaannya dan kekurang-pandaiannya dalam berbicara namun Allah berjanji akan selalu menyertainya dan menjagainya.

Dia menyentuh lidah orang yang dipilih-Nya itu dan berkata, "Ketahuilah, Aku telah menaruh firman-Ku di dalam mulutmu. Aku telah memilihmu hari ini atas bangsa-bangsa dan kerajaa-kerajaan untuk mencabut dan menumbangkan untuk merobohkan dan membangun kembali dan menanam (Yer. 1:9-10). Sejak saat itu, Yeremia bernubuat selama 23 tahun, memperigatkan orang Yahudi karena mereka meninggalkan Allah sejati dan menyembah berhala, memprediksi kesedihan dan perang yang membumi-hanguskan. Dia berdiri di gerbang kota dan di pintu masuk Bait Allah, dimana saja tempat orang-orang berkumpul, dan dia menegur mereka dengan kecaman dan sering dengan air mata. Umat, bagaimanapun menghina dan mengolok-olok dia dan bahkan mencoba untuk membunuhnya.
Menggambarkana bagi orang Yahudi akan beratnya perbudakan oleh raja Babilonia, Yeremia memasang kayu pada lehernya dan lalu kuk besi dan dia pergi ke tengah-tengah khalayak. Murka karena prediksi dari sang nabi, penatua orang-orang Yahudi melemparkan Nabi Yeremia ke dalam sumur yang penuh binatang kecil yang mengerikan dimana dia hampir wafat. Melalui pertolongan bangsawan yang takut akan Allah Habdemelek, sang nabi diangkat dari sumur itu namun dia tetap bernubuat dan kerna ini dia dikirim ke penjara. Dibawah kekuasaan Raja Zedekia, nubuatannya dipenuhi.
Nebukadnezar datang dan menyembelih banyak orang, membawa sisa umat ke pengasingan dan Yerusalem dikepug dan dihancurkan. Nebukadnezar membebaskan sang nabi da mengizinkannya untuk tinggal di mana saja yang dia iginkan. Sang nabi tetap tiggal di antara puing-puinng Yerusalem dan meratapi kemalangan bangsanya. Menurut Tradisi, Nabi Yeremia mengambil Tabut Perjanjian dengan Loh batu dan Taurat dan menyembunyikannnya dalam gua di Gunug Nabat (Nebo), sehingga orang Yahudi tidak menemukannya (2 Mak 2). Selanjutnya, Tabut perjanjian itu diketemukan namun telah berkurang kemuliaannya.
Diantara orang Yahudi yang tetap tinggal di egeri nenek moyangnya, segera ada kerusuhan: Hodolia, raja muda dari Nebukadnesar dibunuh. Orang Yahudi takut terhadap amarah dari Babilonia, memutuskan untuk lari ke Mesir. Nabi Yeremia tidak setuju dengan keinginan mereka dan memprediksikan bahwa ketakutan mereka akan terjadi di Mesir. Orang-orang itu tidak megindahkannya dan tetap pergi ke Mesir bersama tentara, mereka pergi ke Mesir dan tiggal di kota Tatnisy. Di sana, sang nabi hidup selama empat tahun dan dihormati oleh orang-orang Mesir karena doanya dia membunuh buaya dan binatang membayakan mereka. Ketika Yeremia menubuatka bahwa Raja Babilonia juga akan menyerang Mesir dan menghabisi orang Yahudi yang hidup di sana, orang-orang Yahudi membunuhnya. Pada tahun yang sama, nubuatan sang nabi terpenuhi. Ada sebuah tradisi bahwa 250 tahun kemudian, Iskandar Agug memindahkan relik Nabi Suci Yeremia ke Aleksandria.
Nabi Yeremia menulis Kitab Nubuatannya dan Kitab Ratapan tentang penghancuran Yerusalem dan Pembuangan. Waktu kehidupannya dan nubutannya dijelaskan dalam 4/2 Raja-raja (Ps. 23-25) dan II Tawarikh (36:12) dan di 2 Makabe (Ps. 2).
Dalam injil Matius dikatakan bahwa pengkhianatan Yudas sudah dinubuatkan oleh Nabi Yeremia, "dan mereka megambil 30 syikal perak, harga yang anak-anak Israel telah tetapkan dan ia memberi mereka tanah penjunan, sebagaimaa Tuhan memberitahukannya padaku"(Mt. 27:9-10). Mungkin maksudnya Yeremia 32:6-15.
Bahkan setelah kematiannya, Nabi Yeremia masih melakukan kejadian ajaib. Debu dari kuburannya dipercaya dapat menyembuhkan gigitan ular. Banyak orang Kristen memohon pertolongannya degan tujuan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar