Rabu, 06 Mei 2009

06 May


Ayub yang sabar menderita dan Saleh




Ayub yang saleh (yang namanya berarti "teraniaya"), hamba Allah yang setia yang dengan agung menggambarkan gambaran kesalehan. Anak dari Zara dan Boshora (Ayub 42), Ayub adalah generasi kelima dari Abraham. Dia adalah orang yang benar, saleh, sabar dan taat yang menjauhkan diri dari pelanggaran. Ayub sangatlah kaya dan diberkati oleh Allah dengan harta benda, tak seorangpun sepertinya di negeri Ausis (antara Idumea dan Arabia). Bagaimanapun kerendahan hatinya yang kudus diuji.


Ayub kehilangan anak-anaknya, kemuliaannya dan kepunyaanya, pengharapannya sekali waktu. Tubuhnya terluka parah dengan banyak koreng yang menyelimutinya. Namun, ia tetap setia dan sabar dengan kemalangannya selma tujuh tahu, selalu bersyukur kepada Allah.


Kemudian, Allah memulihkan kekayaannya semula dan dia memiliki dua kali lipat dari yang sediakala. Ayub hidup selama 170 tahun setelah kesengsaraannya, menggenapkan hidupnya pada tahun 1350 SM pada usia 240. Beberapa ahli mengatakan bahwa penderitaan Ayub hanya berlangsung selama setahun, dan setelah itu ia hidup selama 140 tahun, mencapai usia 210 tahun.

Penjelasan Ayub merupakan tulisan yang paling putis dalam kitab PL yang menyandang namanya. Ini juga merupakan bagian yang paling mendidik di dalam Kitab Suci. Ayub mengajarkan pada kita bahwa kita mesti bertahan dalam kesulitan hidup dengan sabar dan dengan kepercayaan dalam Tuhan. Sebagaimana Js. Antonius Agung (17 Januari) mengatakan bahwa tanpa ada pencobaan, mustahil bagi orang setia diselamatkan.

Gereja Orthodox membaca kitab Ayub, kitab pertama diantara 7 kitab kebijaksanaan dalam PL, selama Minggu Kudus, menarik keparalelan antara Ayub dan Kristus sebagai orang benar yang menderita bukan karena kesalahan mereka. Allah mengizinkan Iblis untuk menyerang Ayub supaya kesetiaannya terbukti. Kristus, satu-satunya yang Tanpa Dosa, menderita dengan rela untuk dosa kita. Bacaan dari Septuaginta dari Ayub 42:7 mengatakan bahwa Ayub "akan bangkit lagi dengan mereka yang dibangkitkan Allah." Perikop ini dibacakan pada Jumat Agung dan Kudus, saat Injil pada Vesper membicarakan mengenai kubur yang terbuka pada waktu Juruselamat wafat di Salib, dan tubuh orng-orang kudus dibangkitkan dan mereka menampakkan diri kepada orang banyak setelah Kebangkitan Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar