Selasa, 02 Juni 2009

02 Juni


Martir Yohanes yang Baru dari Sochi yang menderita di Belgrade


Martir Agung Yohannes dari Sochi hidup pada abad ke empat belas di kota Trebizond. Dia adalah niagawan, sangat taat dan teguh di dalam iman Orthodoxianya dan sangat baik kepada orang miskin.


Suatu kali, dia sedang berlayar di sebuah perahu ketika sedang mengadakan perdagangan. Sang kapten yang bukan Orthodox, namun terlibat di dalam perbincangan tentang Iman dengan Js. Yohanes. Setelah kewalahan dengan kata-kata sang Janasuci, sang kapten memutuskan untuk menyalahinya ketika mereka sampai di Belgrade. Selama ia masih tinggal di pelabuhan di Belgrade, sang kapten pergi kepada wali kota yang menyembah api dan mengatakan bahwa di dalam perahunya ada seorang yang terpelajar ingin menjadi penyembah api.

Sang walikota mengajaknya untuk bergabung dengan para penyembah api dan menyangkal imannya kepada Kristus.


Sang Janasuci berdoa secara diam-diam dan meminta petolongan dari Dia Yang berkata, "Ketika mereka menangkap engkau dan menyeretmu, janganlah kuatir akan apa yang akan engkau katakan, akan apa yang engkau sampaikan; namun apapun yang diberikan kepadamu untuk engkau katakan, ketakanlah hal itu, sebab bukanlah kamu yang mengatakannya, namunRoh Kudus." (Markus 13:11). Dan Than memberikannya keberanian dan pengertian untuk mengahadapi orang-orang yang tidak saleh itu dan mengaku dengan teguh bahwa dia adalah orang Kristen. Setelah itu, sang janasuci dipukuli dengan parah dengan gada sampai seluruh tubuhnya memar, dan dagingnya tercabik-cabik. Sang martir kudus bersyukur kepada Allah sebab telah menemukannya layak untuk menumpahkan darah bagi Dia dan dengan demikian membersihkan dosa-dosanya.

Lalu mereka membelenggu mereka dengan rantai dan menyeretnya ke penjara. Pada pagi hari sang walikota memerintahkan agar sang janasuci dihadapkan kepadanya lagi. Sang martir datang kepadanya dengan wajah yang cerah dan penuh kegembiraan. Sang martir yang gagah berani menolak untk menyangkkal Kristus, mengatakan sang gubernur sebagai alat Satan. Lalu mereka memukulinya dengan gada sehingga organnya nampak dari dalam tubuh.
Orang banyak yang berkumpul di situ tidak dapat tahan menyaksikan kejadian yang mengerikan ini dan mereka mulai berteriak kepada sang gubernur sebab mereka telah menyiksa orang yang tak berdaya. Sang gubernur lalu menghentikan pemukulan dan memerintahkan untuk mengikat Martir Agung pada ekor kuda liar dan menyeretnya melewati jalan-jalan di kota. Penduduk kuartal Yahudi mencemooh sang martir dan melemparinya dengan batu. Akhirnya sesorang mengambil sebilah pedang dan memenggal kepalanya.
Tubuh janasuci Yohanes dan kepalanya ditinggalkan sampai petang hari, dan tak seorang Kristenpun berani mengmbilnya. Pada malam hari, sebuah piral terang benderang nampak di atasnya dan lampu-lampu yang menyala-nyala. Tiga pria yang membawa lampu menyanyikan Mazmur dan mendupai tubuh sang janasuci. Salah satu dari orang Yahudi itu berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Kristen yang hendak mengambil jenazah sang martir, mengambil busur panah dan mencoba untuk membidikkan anak panah ke arahnya, namun dikekang oleh kuasa Allah yang tidak nampak dan menjadi kaku.
Pada pagib harinya penglihatan itu sirna, namun sang pemanah itu tetap berdiri tanpa gerak. Setelah menceritakan kepada kerumunan orang yang datang ke sana mengenai penglihatan dan apa yang telah dilakukan kepadanya atas perintah Allah, dia dibebaskan dari ikatan tak nampak mata. Setelah mempelajari kejadian itu, sang walikota memberikan izin untuk menguburkan jenazah sang martir di gereja setempat. Hal ini terjadi antara tahun 1330 dan 1340. Ada beberapa pertanyaan mengenai tahun wafat sang martir. Janasuci Nikodemus dari Gunung Suci memberikan tahun 1642 sementara yang lain mengatakan 1492.
Sang kapten yang telah mengkhianati Js. Yohanes bertobat dari perbuatannya, dan memutuskan secara diam-diam untuk mengantarkan reliknya ke kampung halamannya, namun sang janasuci menampakkan diri di dalam mimpi kepada imam di gereja dan mencegah hal ini. Setelah tujuh puluh tahun reliknya dikirim ke Sochi, ibukota dari provinsi Moldo-Valachian dan di tempatkan di gereja Katedral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar