Kamis, 04 Juni 2009

04 Juni

Janasuci Metrofanes, Patriarkh pertama bagi Konstantinopel

Ayahnya adalah Dometius, adik dari Kaisar Romawi Probus, yang lari dari kota Roma sebagai seorang kristen dan tiba di Bizantium. Titus, sang episkop Bizantin, mentahbiskannya menjadi imam (presbiter). Setelah wafatnya Titus, Dometius menjadi episkop bagi Bizantium. Setelah wafatnya Dometius, anak laki-lakinya yang pertama Probus menjadi penerus tahta keepiskopan dan setelah wafatnya Probus, Metrofanes menempati takhta keepiskopan itu. Ketika Kaisar Konstantinus melihat Metrofanes, dia menyayanginya seperti ayahnya sendiri. Pada Konsili Ekomenis Pertama [325 M], Metrofanes sudah mencapai usia 117 tahun dan tidak dapat menghadiri dalam karya Konsili itu, jadi beliau menunjuk Aleksander yang adalah Koriepiskopusnya sebagai wakil. Sang kaisar, oleh karena pengaruh dari Konsili ini memberinya gelar Patriarkh. Dengan demikian beliau adalah Patriarkh pertama bagi Konstantinopel. Lalu, sang kaisar mengunjungi arkipastor yang sedang terbaring lemah dan lanjut usia itu. Saat sang kaisar menanyakan siapa yang dia inginkan untuk meneruskan takhta kepatriakhan, Metrofanes menyebutkan nama Aleksander. Berikut ini yang dia katakan kepada Aleksander dari Aleksandria: " Ya saudaraku, engkau akan tetap menjadi penggantiku yang paling layak." Dia meraih tangan Arkdiaken Athanasius (yang kemudian adalah Athanasius Agung dan Patriarkh dari Aleksandria) dan beliau memujinya dihadapan semua. Setelag nubuatan tentang penggantinya ini, Metrofanes memohon pengampunan dari semua dan dalam sepuluh hari dia menyerahkan nyawanya ke dalam tangan Tuhan pada tahun 325 M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar