
Janasuci Siril [Kiril] sang Arkepiskop dari Aleksandria
Kiril lahir dari keluarga bangsawan dan saudara dekat dengan Teofilus, Patriarkh dari Aleksandria, yang setelah wafatnya beliaulah yang ditahbiskan sebagai pengganti Patriarkh. Selama masa hidupnya, dia mengahadapi bidat Novatian, bidat Nestor dan orang Yahudi di Aleksandria. Pengikut Novatian dahulu bersal dari Roma dan diberi nama sesuai presbiter dan pemimbin bidat tersebut. Mereka berbangga atas perbuatan mereka, berkeliling dengan jubah putih, melarang pernikahan setelah menjanda, percaya bahwa doa tidak boleh diucapkan oleh mereka yang berdosa fatal, dan tidak boleh untuk diterima kembali di dalam gereja, yakni mereka yang terjatuh dan ingin kembali ke gereja meski dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.
Kiril menentang mereka dan meminta mereka meninggalkan Aleksandria beserta episkop mereka. Pergumulan dengan orang Yahudi juga lebih keras dan berpayah. Sebab sejak Aleksander Agung membangun kota itu, umat Yahudi sejak awal menjadi sangat kuat di Aleksandria. Kebencian mereka kepada orang Kristen sangatlah manyeramkan. Mereka membunuh para pengajar Kristen, dengan cara meracuni dan menyalibkan mereka. Setelah pergumulan yang panjang dan menyusahkan, Kiril berhasil bersama-sama Kaisar Theodosius Muda mengantar orang Yahudi ke luar kota Aleksandria.
Bagaimanapun pergumulannya terhadap Nestor, Patriarkh dari Konstantinopel diselesaikan pada Konsili Ekumenis Ketiga [Efesus 431 M]. Kiril memimpin musaywarah itu dan secara bersamaan mewakili Selestinus sang Paus dari Roma atas permintaannya yang tidak bisa hadir ke Konsili karena usia tua. Nestorius dihukum, dikucilkan dan dihukum oleh Kaisar untuk pergi ke perbatasan timur kekaisaran tempat ia meninggal (ulat memakan lidahnya sebab ia menghujat sang Theotokos sebagai Kristostokos). Setelah menyelesaikan pergumulannya, Kiril hidup dalam damai dan dengan setia melindungi umat milik Kristus. Dia wafat pada tahun 444 M.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar